Welcome to the world of contemplation, short story, and novel. All logic and fantasy are blended here. Have a nice reading
Selasa, 28 Juni 2022
Sajak misteri
Minggu, 19 Juni 2022
Sang Kokoh
Selasa, 14 Juni 2022
Juni Kelabu
Sabtu, 28 Mei 2022
Merindu
Dulu,
Pernah ku ketuk gerbang itu
Mencoba berdiri
Diam menatap
Ku coba berkali kali
Hanya angin yang menjawab
Pernah,
Kita bersama
Menatap rembulan
Menghitung bintang
Berdua menikmati dingin malam
Kau telah memilih
Tak lagi bersamaku
Untuk saling bertatap saat terbangun
Untuk berbisik saat hujan
Bahkan untuk berdua di bawah purnama
Aku merindu..
Biarlah.. agar ini bisa mengenang..
Kita..
Minggu, 17 April 2022
Tian Loves Bulan
When the rain comes,
I try to smell the water.
The smell hits my mind and my heart.
Seeing at the blue sky.
Enjoying the sun down on the west.
The wind blows romantically.
I still remember all.
It's the time when Tian is falling in love.
The rain smiles at Tian's face.
Tian is a bad liar.
He can't hide how he loves Bulan.
Tian is so funny.
His eyes tell how his love to Bulan.
Tian is so shy.
He is so shy when Bulan says that his eyes are cute.
Love sends logic into empty mind.
One plus one is not two.
For him, one plus one is forever.
Tian loves Bulan.
Hug deeply from far
The rain falls heavily
Coming in the midnight
Saying hello to sleeping world
Erasing the footprint of my past
The coldness hits my bone
Making me tremble
I ask the universe about love.
The answer is you.
I ask the universe about longing
It says you.
I ask the universe about future.
It shows you.
I ask the universe about dream.
I am dreaming of you.
I ask the sky to show who I am.
The moon smiles to me.
It is all about you.
It is all about you in the sky.
It is about you, Cinta.
I love you.
Hug deeply from far.
4 Baris Rindu
Menatap centang biru
Rindu tak bisa menahan buru-buru
Merayap diantara bintang-bintang
Melukis dirimu di kanvas rindu
Sabtu, 05 Maret 2022
It's all about you
Tiba tiba rindu
5 minutes to ponder
Sabtu, 26 Februari 2022
Sebuah ilusi
Pagi tetap datang dan pergi
Petang pun demikian
Aku seperti statis menjadi bagiannya
Aku yang terus bertanya
Di mana , kenapa , siapa dan bahkan apa
Entah apa
Dunia itu datang
Semua hal seakan bisa terjadi dengan mudah
Bahkan kepedihan yang harusnya tak seperti itu
Aku merasa bahagia di dalamnya
Tapi semua tiba-tiba tak tersentuh
Hanya sebuah ilusi
Dalam khayal
Dalam angan
Kerjapan sekali mataku membuat semua nyata
Aku sadar
Aku sendiri
Aku tak mau sendiri
Aku tak mau
Saat terbangun dari ilusi itu
Bukan hanya kekasih
Tapi sahabat pula
Aku ingin berbagi cerita
Bukan di alam ilusi
Tapi di nyataku
Dan engkaulah
Tapi sadarkah engkau
Aku berharap engkau
Temani aku di tiap nafas dan kerjapan mata
Dan aku berharap
Itu engkau bukan yang lain
A GIFT FROM THE DIVINE LOVE
A bright morning I stroll leisurely through the campus lanes The cool air seeps into my ribs Memories begin to misbehave, Emerging from the ...
-
Suatu pagi, aku berjalan-jalan mencari tempat hijau untuk kedamaian hati. Setelah lelah berjalan, aku duduk sejenak. Saat itu, aku melihat s...
-
I go jogging in the townsquare of Bondowoso. It is fun to have jogging in the morning. I look at the sky. It is bright. I do jogging for fi...