Minggu, 17 April 2022

Hug deeply from far

The rain falls heavily

Coming in the midnight

Saying hello to sleeping world

Erasing the footprint of my past


The coldness hits my bone

Making me tremble


I ask the universe about love.

The answer is you.

I ask the universe about longing 

It says you.

I ask the universe about future.

It shows you.

I ask the universe about dream.

I am dreaming of you.

I ask the sky to show who I am.

The moon smiles to me.


It is all about you.

It is all about you in the sky.

It is about you, Cinta.

I love you.

Hug deeply from far. 

4 Baris Rindu

Menatap centang biru

Rindu tak bisa menahan buru-buru

Merayap diantara bintang-bintang

Melukis dirimu di kanvas rindu

Sabtu, 05 Maret 2022

It's all about you

I have seen million stars, 
and you are the brightest one.

I have listened to million songs, 
and you are the most melodius.

I have read million novels,
and you are the best one to read.

I have spoken to many people,
and you are the one who makes me numb.

I have been a liar million times,
and my eyes can't lie to you.

I have seen many beautiful eyes, 
and you have the most beautiful eyes.

I have million poems,
and you are the title for all my poems.

Tiba tiba rindu

Menatap centang biru.
Rindu tak bisa menahan buru-buru.
Merayap di antara bintang-bintang.
Melukis dirimu di kanvas rindu.

5 minutes to ponder

5 minutes , I look at your photoes.
I can say nothing.

5 minutes, I look at your smiles.
I can smile, too.

5 minutes, I remember you in my past.
I remember when yiu smiled and called me, "Tian, mau ke mana?"

5 minutes, I look at your face.
I cannot lie I love you so much.

5 minutes , I look at you from behind.
I wanna cry, but I hold it.
My heart just says "I am grateful to be with you."
"I am grateful Allah sends you to me."
I love you, Bulan.


Sabtu, 26 Februari 2022

Sebuah ilusi

Pagi tetap datang dan pergi
Petang pun demikian
Aku seperti statis menjadi bagiannya
Aku yang terus bertanya
Di mana , kenapa , siapa dan bahkan apa

Entah apa
Dunia itu datang
Semua hal seakan bisa terjadi dengan mudah
Bahkan kepedihan yang harusnya tak seperti itu
Aku merasa bahagia di dalamnya
Tapi semua tiba-tiba tak tersentuh
Hanya sebuah ilusi
Dalam khayal
Dalam angan
Kerjapan sekali mataku membuat semua nyata
Aku sadar
Aku sendiri
Aku tak mau sendiri
Aku tak mau
Saat terbangun dari ilusi itu

Bukan hanya kekasih
Tapi sahabat pula
Aku ingin berbagi cerita
Bukan di alam ilusi
Tapi di nyataku
Dan engkaulah
Tapi sadarkah engkau
Aku berharap engkau
Temani aku di tiap nafas dan kerjapan mata
Dan aku berharap
Itu engkau bukan yang lain

Jumat, 18 Februari 2022

Supra 2000



I can say nothing when you have gone. You came to our life when my daddy was fighting to have a new motorcycle. He really loved you. We all really loved you. You have helped us so much. You have accompanied us so much. I know we never talk each other, but you have seen many stories in our life. You have seen how I was fighting in many parts of life as well. 

"Hey human,"says the motor cycle.

"You leave me now." I answer.

"Don't cry. You are a man. You have to be strong. "

" I know it. " I answer and take a deep breath. 

"I know that I am really memorable for you and your family."

"Yeah. You have seen many stories in my life. Even, you have seen me crying."

"Yes, that's true. But I know it is your process. You have grown up well. You have changed your mind. You have learnt many moral values in your life. You are ready to step on next part."

"Yeah. That's true. Thanks."  I answer.

"Have a nice day, Tian." 

"Have nice day too, Supra 2000. Be nice in new place. We love you."
 

Kamis, 25 November 2021

Menanti Shubuh di Ujung Malam

Malam ini, aku benar-benar tidak bisa tidur. Ada rasa khawatir, grogi, bingung dan bahagia. Besok adalah waktu yang ditentukan untuk pertemuan dua keluarga. Keluargaku dan keluarga calon istriku. Kami sudah sepakat bahwa pertemuan akan dilaksanakan pagi di hari Sabtu, 27 November 2021.

Kemarin malam, aku kehilangan rasa kantukku setelah aku bekerja seharian. Aku mencoba mengulang segala kegilaan yang ada. Tentu kegilaan itu berisi segala kebodohan dan kekhilafan yang mungkin aku baru sadar saat ini.

Tentu, rasa syukur menjadi bagian awal semua ini karena Allah masih mengijinkan aku untuk jatuh cinta. Esok adalah jawaban doa dan ikhtiar ku selama setahun. Esok adalah hasil bujukanku dan rayuanku kepada Allah.

Begitu banyak orang yang datang silih berganti mulai aku belajar di tingkat SMP, SMA, hingga kuliah di Jember dan Malang. Ribuan purnama telah ku lalui dengan rasa tolol dan kebodohan. Dulu, aku sering menyesal melihat segala kebodohan tindakanku. Sifat kekanak-kanakan yang menghiasi masa sekolahku, ketidakmampuan berdiri di atas kaki sendiri, wawasan yang sempit, dan rasa takut yang menghiasi alam pikiranku. 

Sudah waktunya semua buku itu ditutup. Sudah waktunya aku lebih sering menertawakan diri yang dulu. Ada seorang perempuan yang aku harus jaga hatinya. 

Adzan shubuh sudah kurang beberapa menit. Aku harus menutup tulisan kali ini.

"Welcome to my life , Bulan. Let me be your best man."

Selasa, 16 November 2021

When adzan shubuh comes

 I have heard this voice many times

Always be thankful when it knocks my ears


Time flies fast

I hope I am growing

Erasing all stupidness

No idea how to do it

Except answering this voice


We need to talk a lot

I am done trying to be a God

You need to tell me the way

The way to live better


When I close my eyes

I see my self

Asking one thing

'How fix you?'


I am happy

You still allow me to fall in love

Hopefully, it is the start

To write a new chapter

To open that gate

I am ready to give a title on it

A lovely family


Now, I will answer your adzan, the most beautiful voice


Selasa, 09 November 2021

Hari Pahlawan : Sudahkah anda menjadi pahlawan untuk diri anda sendiri?


Dengung sirine berbunyi di pagi ini. Langit cerah biru membentang luas laksana tanda kebahagian untuk setiap insan yang bernafas.

Pagi ini, aku bangun dengan semangat baru.Aku memakai sepatu baru yang berwarna putih. Aku memilih untuk olahrag pagi di alun - alun dekat rumah. Pemanasan sudah dilakukan di rumah. Selanjutnya, aku mencoba berjalan mengelilingi alun-alun sebanyak dua kali.

Aku mulai berlari satelah berjalan mengelilingi alun-alun sebanyak dua kali. Aku perhatikan ada yang sedikit berbeda dengan kegiatan kantor-kantor di sekitar alun alun. Ada kantor pos di sebelah timur alun-alun. Ada kantor bupati di sebalah selatan alun-alun. Ada Kodim di sebelah barat alun-alun.  Ada Bank Jatim, Kantor Pegadaian dan SMPN 1 Bondowoso di sebelah utara alun alun. Di semua tempat itu, orang-orang sibuk menyiapakan upacara. Aku baru ingat kalau hari ini adalah tanggal 10 November yang diakui sebagai Hari Pahlawan. 

Ingatanku mulai mengelana saat aku berlari melewati depan kantor pos yang sedang melaksanakan upacara memperingati Hari Pahlawan. Indonesia Raya akan berkumandang karena aku melihat pasukan pengibar bendera sudah mulai berjalan dari posisi awalnya. Ingatanku mencoba untuk memutar ulang semua memori saat aku mengajar di Papua. Hingga pada satu titik memori saat aku mengunjungi penjara yang digunakan untuk mengurung Bung Hatta. 

Beberapa peninggalan Bung Hatta masih jelas di sana. Mereka merekam semua memori kegiatan Bung Hatta saat dipenjara. Kalau mereka bisa berbicara, mereka akan membuat kita tercengang. Penjara yang pengap, pagar listrik dan nyamuk malaria menjadi keangkeran penjara tersebut di masa lalu. Hingga kinipun, sisa sisa kekejaman penjara tersebut masih ada. 

Aku bersyukur bisa hidup di masa pasca kemerdekaan. Aku bisa melihat langit biru tanpa takut dentuman peluru atau meriam. Aku bisa bernafas dengan muda tanpa harus mencium bau bubuk mesiu dari sisa peluru. Aku bisa berjalan-jalan tanpa takut adanya peluru nyasar. Tugas kita hari ini adalah mengisi kemerdekaan yang telah didapat dengan pengorbanan para pahlawan. Kita isi kemerdekaan dengan ilmu dan kemampuan yang kita memiliki. Semua generasi harus ingat bahwa harga kemerdekaan Indonesia hari ini adalah nyawa para pahlawan. 

Penjajah dari luar memang telah pergi. Bung Karno sudah memperingatkan bahwa penjajah selanjutnya adalah musuh yang berasal dari bangsa kita sendiri. Bangsa ini tetap membutuhkan sosok pahlawan. 

Pertanyaan sederhananya.. Sudahkah anda menjadi pahlawan untuk diri anda sendiri? 

Semoga semangat pahlawan tetap ada di dalam generasi manapun. Kita tutup tulisan ini dengan doa untuk para pahlawan. Al Fatihah.....

Selamat Hari Pahlawan..









 

Selasa, 02 November 2021

Kegagalan di CAT LPDP

 LPDP adalah sebuah  beasiswa prestius yang bagi sebagian orang adalah yang termudah. Bagi saya, LPDP tetaplah beasiswa yang membutuhkan perjuangan. Tahun ini , 2021, saya mengikuti beasiswa LPDP penuh keyakinan untuk lolos. Alhamdulillah, saya bisa mengikut beasiswa LPDP tahap 2 dan bisa lolos seleksi berkas. 

Tahapan selanjutnya adalah tes CAT TPA. Saya mempersiapkan materi TPA ini sebaik mungkin. Teknik saya adalah dengan menonton dan mempelajari soal soal di Youtube. 

Saya beruntung karena ujian CAT LPDP tahap 2 dilakasanakan di rumah saya sendiri. Saya mempersiapkan laptop, ruangan dan aplikasi Exambro untuk ujian LPDP. Ujian CAT ini bisa dikerjakan mulai pukul 8 pagi hingga 4 sore. Waktu pengerjaanya sendiri berlangsung sekitar dua atau tiga jam. 

Saya sengaja mengerjakan pukul 8 pagi karena pikiran saya masih fresh. Aturan utamanya adalah kita harus jujur, dilarang ada orang di sekitar kita dan dilarang ke kamar kecil. Minum masih diperbolehkan. 

Analogi menjadi bagian pertama yang saya kerjakan. Di sini, waktu saya mulai terbuang. Saya gagal menjawab dengan benar untuk soal pertama. Kata-katanya sulit dan saya belum pernah dengar.  Pada soal hitungan sederhana, saya masih bisa menjawab. Pada soal penalaran analitis, saya gagal total. Saya kehabisan waktu. Bagian selanjutnya adalah teks panjang yang soalnya HOTS atau High Order Thinking Skill. Kemampuan analisa saya diuji dan saya kembali merasa gagal. Kemudian ada tipe soal TPA yang belum pernah saya kerjakan. Ada beberapa soal yang jawabnnya membutuhkan analisa soal dan saya gagal total di bagian ini. Setelah itu,  ada teks panjang membuat saya kehabisan waktu. Saya diminta membaca dan memberikan solusi. Pada bagian terakhir, saya mendapat soal TKP dan saya mengerjakan dalam waktu 10 menit. Saya terburu-buru karena saya kebelet pipis. Skor akhirnya membuat saya lemas dan mengira akan gagal. Mental saya down karena aplikasi justru mati dan harus restart di menit menit akhir. 

Ada beberapa pelajaran yang saya dapatkan di sini. Pertama, saya membutuhkan laptop dan jaringan internet yang bagus. Kedua, saya perlu memahami medan perang saya dengan baik. Ketiga, saya dituntut untuk berpikir kritis dalam waktu yang cepat. Keempat, kemampuan membaca harus segera ditingkatkan. 

Begitulah pengalaman saya mengikut seleksi CAT LPDP. Insyaallah, tahun depan, saya akan mengikuti seleksi LPDP dengan persiapan yang lebih matang. No More Stupid Man again....

A GIFT FROM THE DIVINE LOVE

A bright morning I stroll leisurely through the campus lanes The cool air seeps into my ribs Memories begin to misbehave, Emerging from the ...